Strategi Branding Tentang Perubahan Logo Starbuck
Seiring berjalannya waktu Perusahaan kopi terbesar dunia
Starbuck melakukan perubahan dalam logo design yang menghilangkan kata-kata
yang melingkari icon wanita sehingga memberikan kesan yang lebih minimalis
dalam design logo yang termasuk kedalam kategori imperial tersebut. Tetapi
perubahan terhadap logo tersebut bukanlah sekedar memberikan kesan fresh saja
tetapi juga merupakan suatu perubahan arah perusahaan yang telah berumur lebih
dari 40 tahun tersebut.
Logo Starbuck yang lama telah
membantu menjadikan perusahaan tersebut menjadi salah satu brand terbesar dunia
dan Starbuck merasa sudah waktunya untuk menghilangkan nama perusahaan tersebut
dalam setiap pesan marketingnya. Logo tanpa kata-kata tersebut juga lebih cocok
bagi perusahaan tersebut untuk melakukan ekspnasi bisnis kedalam bidang baru
dan pasar internasional yang lebih luas.
Starbuck mengumumkan logo tersebut
dengan sambutan hangat dari para karyawan dikantor pusatnya di Seatle yang akan
diterapkan secara serentak disemua outlet pada bula Maret 2011 yang bertepatan
dengan ulang tahun ke 40.
Hal yang paling penting dalam melakukan branding dan perubahan logo adalah perubahan secara bertahap dari logo design tersebut yang mencerminkan strategi dari perusahaan dan bukan perubahaan yang dilakukan secara mendadak pada suatu waktu.
Hal yang paling penting dalam melakukan branding dan perubahan logo adalah perubahan secara bertahap dari logo design tersebut yang mencerminkan strategi dari perusahaan dan bukan perubahaan yang dilakukan secara mendadak pada suatu waktu.
Secara keseluruhan Starbuck telah
merubah 4 kali logo perusahaan tersebut yang dimulai ketika Starbuck hanyalah
sebuah kedai kopi kecil sederhana yang juga menjual teh serta rempah-rempah di
Seatle pada tahun 1971. Perubahan logo pertama terjadi pada tahun 1987, yang
menghilangkan wanita siren bertelanjang dada berwarna coklat menjadi bentuk
yang lebih modern dan penuh gaya serta berwarna hijau ketika Starbuck mulai
melakukan ekspansi pasar. Logo Starbuck tersebut kembali diubah pada awal tahun
1990 ketika perusahaan melepas sahamnya kepublik atau go public dan mengalami
pertumbuhan yang luar biasa.
Starbuck akhirnya mengalami kerugian
karena suksesnya yang luar biasa tersebut dimana perusahaan tumbuh terlalu
cepat dan luar biasa dan mulai menuai kritik karena dikhawatirkan menjadi kedai
kopi murahan seperti Wal-Mart dan McDonald. Krisis ekonomi mulai membuat banyak
konsumen membeli kopi dari supermarket untuk kemudian membuat sendiri kopi
dirumah.
Akibat untung yang selalu tergerus,
akhirnya pendiri Starbuck Schultz didaulat untuk memimpin kembali kendali
operasional harian perusahaan pada tahun 2008 serta menutup ratusan gerai
franchise dan merumahkan ratusan ribu karyawannya. Starbuck mulai melakukan
pelatihan karyawan, mengizinkan pelanggan membuat sendiri kopi mereka serta
menambah varian rasa kopi, menawarkan Wi-Fi gratis serta meluncurkan program
reward sebagai bagian dari program brandingnya.
Hasilnya cukup menakjubkan dimana
penjualan meningkat dan laba menjadi 2 kali lipat ditahun berikutnya. Starbuck
juga melakukan ekspansi produknya dengan memperkenalkan Via, yaitu kopi instan
serta mulai menekankan pada penjualan kopi biji, es krim dan berbagai macam
produk pada gerai franchisenya. Starbuck juga mulai melakukan perhatian pada
bidang bisnis yang lain seperti Tazo Tea serta melakukan ekspansi di China dan
telah memiliki lebih dari 400 gerai franchise serta membukan ratusan gerai lagi
pada tahun ini.
Perubahan pada logo tersebut juga
sebagi kiasan dan perlambang bahwa Starbuck telah melepas batas-batas sebagai
perusahaan gerai kopi dan berkembang kearah era dan bidang yang sama sekali
baru.
Merek Starbuck beserta branding dan
logonya telah berada pada suatu titik dimana kopi dan segala sesuatu yang
berasosiasi kopi adalah terlalu kecil dan terbatas karena Starbuck sekarang
telah menjual pengalaman dan gaya hidup dimana kopi hanyalah salah satunya
karena hal tersebut itulah maka logo lama Starbuck terkesan terlalu sempit dan
mengikat.
Dengan logo Starbuck yang baru maka
perusahaan tersebut kini telah menjelma menjadi seperti Nike atau Apple yang
telah membuat konsumen bercerita mengenai logo mereka. Starbuck juga telah
berhasil menghidari langkah salah dari Gap yang meluncurkan logo baru mereka
untuk kemudian ditarik kembali setelah mendapatkan kritikan pedas dari
konsumen.
Selain mengubah logo, Starbuck juga
sedang melakukan uji coba terhadap sistem order baru yang memungkinkan
pelanggan membayar kopi melalui telepon genggam serta melakukan program reward
yang memberikan diskon apabila berbelanja pada tempat lain. Starbuck juga
merencanakan untuk menjual anggur dan bir dimalam hari pada cafe franchise
tertentu. Starbuck juga berencana untuk terjun kedalam bisnis restauran dalam
waktu dekat yang sudah tentu akan menjadi kejutan bagi kita semua.

Post a Comment